perjuangan ku sampai tetes terakhir

Selasa, 24 September 2013


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Manusia hidup di dunia ini dalam keadaan buta, buta mata karena meski terlihat dia membuka mata tapi tidak sama sekali faham apa yang terdaji dengan kenyataan hidup, ini dengan itu kebutaan itu manusia di latih untuk bisa melihat dan tahu dari mana, apa dan bagaimana sebenarnya kenyataan hidup ini,untuk bisa mengetahui hakikat hidup yang sebenarnya manusia membutukan banyak pengarahan, pendidikan mulai dari lahir sampap dia mati karena pendidikan dalam kehidupan itu tidaklah ada batasnya, maka dari itu pendidikan itu penting, utnk mengetahui apa tujuan dan akan kemana nanti nsetelah hidup ini berakhir.
Dalam berpendidikan manusia tidaklah langsung bisa menangkap apa itu pendidikan yang sebenarnya tapi masih membutuhkan banyak sistem, teori, dan berbagai banyak macam sarana penting lainya dalam menuntaskan makna pendidikan dalan kehidupan, dalam berbagai pendidikan yang ada pastilah mempunyai kurukulum tersendiri untuk bisa mengetahui rancangan seperti apa pendidikan yang akan di ajarkan dalam pendidikan itu, dan untuk mempermudah rancangan itu maka di perlukannya sebuah alat atau media agar nantinya tidak hanya tinggal teori dalam menjalankan berbagai keinginan dalam dunia pendidikan.
Maka dari itu kami menyusn makalh ini dengan tujuan untuk membrikan sedikit penjelasan tentang apa itu media dalam pendidikan dan kenapa harus ada alat, di sini kami akan menjelaskan sedikit banyak tentang alat itu.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah yang dimaksud dengan media pendidikan Islam ?
2.      Apa saja bentuk dan  jenis media dalam pendidikan Islam ?
3.      Apa fungsi  media dalam pendidikan Islam ?
4.      Bagaimana pengaruh media dalam pendidikan Islam ?
C.    TUJUAN PENULISAN
1.                                                                            Untuk mengetahui  yang dimaksud dengan media pendidikan Islam
2.                                                                            Untuk mengetahuibentuk dan jenis media dalam pendidikan Islam
3.                                                                            Untuk mengetahui fungsi  media dalam pendidikan Islam
4.                                                                            Untuk mengetahui pengaruh media dalam pendidikan Islam
BAB II
PEMBAHASAN
A.                          Pengertian Media Pendidikan
Dari beberapa literature, tidak terdapat perbedaan pengertian antara alat dan media pendidikan, Zakiah Darajat menyebutkan pengertian alat pendidikan sama dengan media pendidikan sebagai sarana pendidikan.  Term alat berarti barang sesuatu yang dipakai untuk mencapai suatu maksud. Sedangkan media berasal dari bahasa latin dan bentuk jamak dari medium yang secara hafifah berarti perantara atau pengantar.
Proses pendidikan akan berlangsung dengan bantuan dari alat pendidikan. Baik buruknya alat  pendidikan. Dalam dunia modern sekarang ini, persoalan alat pendidikan telah menjadi kajian tersendiri, baik tingkat S-1 maupun  S-2 di lembaga pendidikan yang memproduksi tenaga kependidikan dalam  Jurusan Teknologi Pendidikan.
            Alat pendidikan adalah segala sesuatu yang dipergunakan oleh guru/pendidik dalam usaha untuk mencapai  tujuan pendidikan. Langeveld mengartikan alat pendidikan sebagai suatu perbuatan atau situasi yang dengan sengaja diadakan  untuk mencapai suatu tujuan dalam pendidikan ( Wens Tanlain, 1992 : 52 ).
B.Suryo Subroto ( 1990: 29) mengartikan  alat pendidikan sebagai sesuatu yang dapat dipergunakan oleh pendidik  yang telah dirumuskan, baik tujuan nasional, institusional maupun instruksional
Gegne menyebutkan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang peserta didik untuk belajar.
Sementara Brigs mendefinisikan media sebagai salah satu bentuk alat fisik yang dapat menyajikan pesan yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Dari dua definisi mengacu pada penggunaan alat yang berupa benda untuk membantu proses penyampaian pesan.
Selanjutnya yang dimaksud dengan alat/media pendidikan Islam disini adalah jalan atau cara yang dapat ditempuh unuk menya,paikan bahan atau materi pendidikan Islam kepada anak didik agar terwujud keperibadian muslim. 
Dalam pengertia yang luas media pendidikan adalah semua yang di gunakan guru dan murid dalam proses pendidikan ini mencakup perangkat keras dan perangkat lunak perangkat kelas misalnya gedung sekolah, dan alat alboratorium, perangkat lunak umpamanya kurikulum metode dan administrasi pendidikan.[1]
Dari penertia di atas dapat di simpulkan bahwa Alat pendidikan Islam yaitu segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mencpai tujuan pendidikan Islam,dengan demikian maka alat ini mencangkup apa saja yang sfapat digunakan dan mempunyai peranan penting sebab alat/media dapat digunakan utuk menuntun atau membumbing anak dalalm masa pertumbuhannya agar kelak menjadi kepribadian muslimyang diridhoi oleh Allah.
B.                          Bentuk-bentuk dan jenis Alat Pendidikan Islam
Pendidikan sebagai suatu sistem, terdiri atas berbagai komponen yang masing-masing saling berkaitan dan berhubungan,untuk mencapai keberhasilan pendidikan, sesuai dengan yang telah diprogramkan. Dengan demikian setiap komponen memiliki sifat saling tergantung sesamanya. Keselarasan antar komponen ini akan menopang keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan.
Salah satu diantara komponen tersebut adalah alat pendidikan. Zuhairini menyebut, alat pendidikan sebagai segala sesuatu yang bisa menunjang kelancaran pendidikan ( Zuhairini:181 ). Alat pendidikan dapat berbentuk tindakan, perbuatan, situasi atau benda, yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai tujuan pendidikan.luas. termasuk alat yang berupa benda maupun yang bukan benda. Alat pendidikan yang berupa benda seperti ruangan kelas, perlengkapan belajar dan lain sejenisnya. Alat ini biasa disebut sebagai alat peraga. Sedangkan yang bukan berupa benda dapat berupa situasi, pergaulan, perbuatan, teladan, nasihat, bimbingan, contoh, teguran, anjuran, ganjaran, perintah, tugas, ancaman maupun hukuman yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan.[2]        
Untuk mencapai tujuan pendidikan,tentunya dari sekian banyak alat pendidikan itu dapat dipilih secara selektif diantara yang paling serasi dan efektif untuk digunakan dalam mendidik anak. Untuk menanamkan agar peserta didik terbiasa hidup bersih, mungkin teladan dan bimbingan merupakan alat pendidikan yang efektif. Kemudian untuk memacu prestasi atau motivasi belajar, maka alat pendidikan yang dinilai efektif adalah ganjaran. Nilai rapor merupakan salah satu bentuk ganjaran yang dikenal dalam dunia pendidikan.
Dalam pendidikan Islam alat pendidikan yang paling diutamakan adalah teladan. Baik orang tua maupun guru diwajibkan untuk menempatkan dirinya sebagai sosok teladan bagi putra-putri dan peserta didik. Sejalan dengan hal itu maka pendidikan Islam menempatkan Rasulullah SAW. Sebagai sosok teladan utamanya, sebagaimana dinyatakan  oleh Al-Qur’an ( laqad kana laqum fi Rasul Allah uswat  hasanah)  Bagi para pendidik,sosok kehidupan dan perilaku beliau senantiasa dijadikan acuan dalam mendidik.                 
            Beberapa ahli pendidikan  Islam menyebut bahwa  alat pendidikan Islam  jauh lebih banyak  dibandingkan dengan alat pendidikan lainnya. Alat-alat yang dapat  dipakai oleh pendidik/guru pendidikan Islam menyangkut hal  yang kongkret  dan abstrak, yang yang disediakan langsung oleh guru dan sekolah, maupun  yang langsung ada ditengah  kehidupan masyarakat  seperti alam dan berbagai  fenomena yang terjadi atasnya.
            Dari sekian banyak alat pendidikan Islam yang yang dapat dijadikan sarana penunjang pelaksanaan pendidikan Islam, para ahli pendidikan  menyimpulkannya menjadi tiga sarana . Tiga sarana dimaksud adalah:
  1. Alat pengajaran agama yang disediakan oleh guru atau lembaga pendidikan Islam.
  2. Alat pendidikan agama yang langsung,  seperti alam dan fenomena kealaman
  3. Alat pendidikan yang tidak langsung
            Ditinjau dari segi wujudnya , alat pendidikan Islam dapat dibagi menjadi beberapa macam. Macam-macam alat-alat pendidikan dilihat dari segi wujudnya ini dapat dibagi menjadi:
  1. Wujud yang terbentuk dalam perbuatan pendidik  ( sering juga disebut software). Wujud sarana  yang demikian ini mencakup nasihat, teladan, larangan, perintah, pujian, teguran, ancaman, ancaman dan hukuman yang diberikan atau dipertunjukkan oleh guru/atau pendidik kepada muridnya.
  2. Benda-benda fisik yang berfungsi sebagai alat bantu dalam pelaksanaan pendidikan ( disebut hardware ). Wujud sarana/alat pendidikan Islam yang demikian mencakup: meja-kursi belajar, papan tulis, penghapus, kapur tulis, buku, peta, dan lainnya (Wens Tanlain,dkk,1992: 52)
Sumber rujukan utama terhadap kedua jenis alat pendidikan ini, ialah kitab-kitab fiqh yang memuat syarat-syarat rukun Islam, yaitu peraturan-peraturan Tuhan yang harus dilaksanakan untuk kebahagian hidup manusia baik dunia maupun diakhirat. Sumber-sumber fiqh  dimaksudkan adalah :Qur’an, Hadist, Ijma’, dan Qiyas[3].
Adapun Sutari Imam Barnadib mengemukakan bahwa alat pendidikan ialah tindakan atau perbutan atau situasi atau benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai tujuan pendidikan. 
Alat pendidikan ternyata mencangkup pengertian yang luas. Yang termasuk didalamnya berupa benda, seperti kelas, perlengkapan belajar dan yang sejenisnya. Alat ini disebut juga dengan alat peraga. Sedangkan yang merupakan alat bukan benda ialah dapat berupa situasi pergaulan bimbingan perintah, ganjaran teguran, anjuran serta tugas ancaman maupun hikuman.
Media pendidikan/alat pendidikan yang bersifat non materi memiliki sifat yang abstrak dan hanya dapat diwujudkan melalui perbuatan dan tingkah laku seorang pendidik terhadap anak didiknya. Diantar media dan sumber belajar yang termasuk kedalam katagori ini adalah : keteladanan, perintah,tingkah laku, ganjaran dan hukuman.
1.    Keteladanan
Pada umumnya manusia memerlukan figure ( sosok) identidikasi yang dapat membimbing manusia kearah kebenaran untuk memenuhi keinginan tersebut, untuk itu Alla¬h mengutus Muhammad menjadi tauladan bagi manusia dan wajib diikuti oleh umatnya. Untuk menjadi sosok yang ditauladani, Allah menmerintahkan manusia termasuk pendidik selakau khalifah fial-ardh mengerjakan perintah Allah dan Rasul sebelum mengajarkannya kepada ornag yang akan dipimpin. Rasullulah bersabda :
Artinya;
Perhatikanlah anak-anak kamu dan bentuklah budi pekertinya sebaik-baiknya”. 
2.    Perintah dan Larangan
Seorang muslim diberi oleh Allah tugas dan tanggungjawab melaksanakan peserta didikan “amar ma’ruf nahi munkar”. Amar ma’ruf nahi munkar merupsksn alat / media dalam pendidikan. Perintah adalah suatu keharusan untuk berbuat atau melaksanakan sesuatu.
Suatu perintah akan mudah ditaati oleh peserta didik jika pendidik sendiri menaati peraturan-peraturan, atau apa yang dilakukan sipendidik sudah dimiliki atau menjadi pedoman pula bagi hidup si pendidik.
Sementara larangan dikeluarkan apabila si peserta didik melakukan sesuatu yang tidak baik atau membahayakan dirinya.larangan sebenarnya sama dengan perintah. Kalau perintah merupakan suatu keharusan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat, maka larngan adalah keharusan untuk tidak melakukan sesuatu yang merugikan
3.    Ganjaran dan Hukuman
Maksud ganjaran dalam konteks ini adalah memberikan sesuatu yang menyenangkan( penghargaan) dan dijadikan sebuah hadiah bagi peserta didik yang berprestasi, baik dalam belajar maupun sikap prilaku. Pendidik dalam pendidikan Islam yang tidak memberikan ganjaran kepada peserta didik yang telah memperoleh prestasi sebagai hasila belajar, maka dapat diartikan secara implsit bahwa pendidik belum memanfaatkan alat pengajaran seoptimalnya.

4. Hukuman
Selain ganjaran, hukuman juga merupakan alat / media pendidkan. Dalam Islam hukuman disebut dengan iqab. Abdurahman an-nahkawi menyebutkan bahwa tahrib yang berarti ancaman atau intimidasi melalui hukuman karena melakukan sesuatu yang dilarang.
Sejak dahulu, hukuman dianggap sebagai alat/media yang istimewa kedudukannya, sehingga hukuman itu diterapkan tidak hanya dibidang pengadilan raja, tetapi juga diterapkan pada semua bidang, termasuk bidang pendidikan. 
Menurut alghazali alat tersebut di bagi dua bagian yaitu:[4]
1.                                                                                          Alat pendidikan preventif
a.                                                                                          Anjuran dan perintah
Sewatu anak-anaktelah mencapai usia tamyis atau mampu menmbedakan sesuatu maka hendaklah ia tidak di berkan kesempatan untuk meninggalkan bersuci dan sholat serta ia juga di perintahkan berpuasa pada sebagian hari-hari bulan romadhan.
b.                                                                                          Larangan
Dan ia di larang sama-sekali bersumpah baik yang benar maupun yang palsu , agar ia tidak membiasakan bersumpah di waktu ia masih kecil.
c.                                                                                           Disiplin
Dan sebaiknya anak-anak di biasakan tidak meludah di tempat duduknya tidak membuang ingus dan menguap di hadapan orang lain serta tidak membelakangi lainnya.
2.                                                                                          Alat pendidikan kuratif  
a.                                                                                          Peringatan
Awas setelah ini jangan kau lakukan perbuatan semacam ini lagi, jika engkau berbuat demikian lai, maka rahasiamu akan di beritahukan orang banyak,”
b.                                                                                          Teguran
Dan janganlah memperbanyak kata dalam menegur anak setiap kali, karena yang demikian itu akan menyebabkan anak berbuat remah mendengar celaan, akan mengangangap mudah melakukan keburukan, dan perkataan itu tidak akan meraasap dalam hatinya”
c.                                                                                           Sindiran
“adlah termasuk cara-caramengajar yang halus bahwa seoran guru mencegah murid dari perbuatan yang buruk dengan cara sindiran sedapat mungki jangan dengan cara terus terang, dengan cara kasih saying dan halus, jangan dengan cara mencelah.
d.                                                                                          Ganjaran
Ganjaran sebagai salah satu alat pendidikan yang di berikan kepada murid sebagai imbalan terhadap prestasi yang di capainya. Dengan ganjaran ini di harapkan anak terangsang dan bisa dengan tingkah laku yang baik.
Menurut alghazali ganjaran itu ada tiga macam.
a.                                         Penghormatan (penghargaan) baik berupa kat-kata maupun isyarat
b.                  Hadiyah ganjaran yang berupa pemberian sesuatu materi yang bertujuan untuk mengembirakan anak,
c.                   Pujian di hadapan orang banyak, ganjaran yang berupa pujian ini dapatdi berikan dihadapan teman-teman sekelas satu sekolah atah dihadapan teman-teman dan orang tua/wali murid,
C.                          Fungsi Media Pendidikan
Ditinjau dari segi fungsinya, alat pendidikan dapat dibagi menjadi beberapa fungsi.Fungsi-fungsi alat pendidikan dimaksud adalah:
3.                                                                   Pembagian jenis pertama
Alat pendidikan Islam jenis pertama berfungsi sebagai perlengkapan pendidikan dan alat pembantu dalam mempermudah usaha pencapaian tujuan pendidikan ( ditinjau dari pandangan yang lebih dinamis.
4.                                                                   Pembagian jenis kedua
Alat pendidikan yang disesuaikan dengan taraf-taraf  perkembangan tertentu yang terjadi pada anak, dilihat dari sukar dan mudahnya atau “diterima” nya alat pendidikan oleh anak di lihat dari fungsi ini, maka alat-alat dapat dibagi atas:
a.       Alat-alat pendidikan yang memberi perlengkapan untuk kecakapan tertentu kepada anak didik seperti transformasi pengetahuan dan hafalan. Alat-alat pendidikan ini dapat pula disebut dengan alat-alat pembiasaan.
b.      Alat-alat pendidikan yang berfungsi untuk memberi pengertian, membentuk sikap,minat, dan cara-cara berfikir yang harus dilakukan oleh anak didik berdasarkan berbagai materi pendidikan yang telah ditetapkan.
c.       Alat-alat pendidikan yang membawa anak didik keheningan batin, kepercayaan diri sepenuhnya kepada Allah, yang  menciptakan manusia dan alam serta seluruh makhluk yang ada didalamnya.
5.                                                                   Pembagian jenis ketiga
      Alat-alat pendidikan Islam jenis ketiga ini dapat dibagi atas:
a.       Alat-alat langsung: yaitu alat-alat yang bersifat menganjurkan sejalan dengan maksud usaha yang hendak dicapai dalam pelaksanaan pendidikan.
b.      Alat-alat tidak langsung: yaitu alat- alat yang berfungsi pencegahan dan pembasmian terhadap hal-hal yang bertentangan dengan maksud dan usaha yang diinginkan dari pelaksanaan pendidikan Islam.
6.                                                                   Pembagian jenis keempat
             Alat  pendidikan jenis keempat adalah jenis alat yang mengharuskan anak didik dan pendidik, sebagai alat-alat pendidikan yang paling penting dan paling bertanggung jawab.( Ahmad D.Marimba, 1989: 50-55).
Alat pendidikan yang dapat dipergunakan dalam pelaksanaan pendidikan agama dapat dibedakan menjadi beberapa macam.Alat-alat dimaksud adalah[5]:
1.      Alat-alat Pengajaran Klasikal
Alat pengajaran klasikal adalah alat-alat pengajaran yang digunakan guru bersama dengan murid. Sebagai contohnya papan tulis, kapur, tempat shalat, dan tempat ibadah lainnya.
2.      Alat Pengajaran  Individual
Alat Pengajaran Individual adalah alat-alat pengajaran yang dimiliki oleh masing-masing  murid dan masing-masing guru. Contoh alat pengajaran ini adalah: Alat-alat tulis, buku pelajaran untuk murid, buku-buku pegangan, buku-buku persiapan guru, dan lainnya.
3.      Alat  Peraga
Alat Peraga adalah alat pengajaran yang berfungsi untuk memperjelas atau memberi gambaran yang kongkret tentang hal-hal yang dianjurkan dan dilarang dalam materi pendidikan Islam.
Penggunaan alat pendidikan berupa tindakan pendidikan akan tampak dalam bentuk tindakan yang bersumber pada kewibaan pendidik. Hal ini akan terlihat dari:
1.      Teladan
     Teladan ialah tindakan pendidik yang sengaja untuk ditiru oleh anak didik. Teladan merupakan alat pendidikan yang utama, sebab terikat erat dalam pergaulan dan berlangsung secara wajar.
2.      Perintah
.  Perintah adalah tindakan pendidik menyuruh anak didik melakukan sesuatu yang diharapkan untuk mencapai tujuan tertentu. Perintah ini lahir dari pemahaman pendidik terhadap keadaan anak didik dan niat untuk membantu anak didik.
3.      Larangan
     Larangan ialah tindakan pendidik menyuruh anak didik untuk tidak melakukan atau    menghindari tingkah laku tertentu demi tercapainya tujuan pendidikan tertentu.
4.      Pujian dan hadiah
Pujian dan hadiah ialah tindakan pendidik yang berfungsi memperkuat penguasaan tujuan pendidikan tertentu yang telah dicapai oleh anak didik.
5.      Teguran
Teguran merupakan tindakan pendidik untuk mengoreksi pencapaian tujuan pendidikan oleh anak didik.
6.      Ancaman
Ancaman ialah tindakan pendidik mengoreksi secara keras tingkah laku anak didik yang tidak diharapkan, dan disertai perjanjian jika terulang lagi akan diberi hukuman. Ancaman merupakan kelanjutan dari teguran. Ancaman lazimnya menimbulkan ketakutan dan menimbulkan kemungkinan anak didik menerima karena takut atau anak didik menolak karena tidak mau dipaksa.
7.      Hukuman
Hukuman merupakan alat pendidikan yang istimewa, sebab membuat anak didik menderita. Hukuman ialah tindakan pendidik terhadap anak didik karena melakukan kesalahan, dan dilakukan  agar anak didik tidak lagi melakukannya.
 
Abu Bakar Muhammad berpendapat bahwa kegunan media pendidikan itu adalah :
1.    mampu mengatasi kesulitan-kesulitan dan memperjelasmateri pelajaran yang sulit
2.    mampu mempermudah pemahaman dan menjadikan pelajaran lebih hidup
( menarik)
3.    merangsang anak untuk bekerja dan menggerakan naluri kecintaan, melatih belajar dan menimbulkan kemauan keras untuk mempelajari sesuatu.
4.    membantu pembentukan kebiasaan, melahirkan pendapat memperhatikan dan memikirkan suatu pelajaran
5.    menimbulkan kekuatan perhatian ( ingatan), mempertajam indra memperhalus perasaan dan cepat belajar.
D.                          Prinsip-prinsip dari Media Pemdidikan Islam
Apabila umat Islam mau mempelajari pelaksanaan pendidikan Islam sejak zaman silam sampai sekarang ini, tentunya para pendidik itu telah mempergunakan media pendidikan Islam yang bermacam-macam, walaupun diakui alat/media yang digunakan ada kekurangannya.
Oleh karena itu alat/ media pendidikan ini harus searah dengan Al-Qur’an dan as-sunnah, tidak boleh bertentangan dengan Al¬-Qur’an dan as¬sunnah.
Prinsip-prinsip yang dapat dijadikan dasar dalam pengembangan atau penggalian kesejahteraan manusia didunia yaitu :Sabda Rasul
Artinya “ Mudahkanlah, jangan engkau persuli, berilah kabar-kabar yang menggembirakan dan jangan sekali-kali engkau memberikan kabar-kabar yang menyusahkan sehingga merka lari menjauhkan diri darimu, saling ta’atlah kamu dan jangan berselisih yang dapat merenggangkan kamu. ( Al-Hadits ). 
Dari hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa dalam menyelenggarakan kegiatan untuk kesejahteraan hidup manusia termasuk didalamnya penyelenggaraan media pendidikan Islam harus mendasarkan kepada prinsip.
1.      Memudahkan dan tidak mempersulit
2.      Menggembirakan dan tidak menyusahkan
3.      Dalam memutuskan segala sesuatu hendaknya selalau memiliki kesatuan pandangan dan tidak berselisih paham yang dapat membawa pertentangan bahkan pertengkaran.
E.                          Pengaruh Media Dalam Pendidikan Islam
Dalam pendidikan Islam, alat /media jelas diperlukan. Sebab,alat/media pengajaran mempunyai peran yang besar dan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pendidikanyang diinginkan. Terdapat pendapat beberapa para ahli pendidikan mengenai manfaat atau kegunaan dari alat/media dalam pendidikan.
Yusuf Hadi Miraso dkk, umpamanya menyatakan bahwa alat/media berupa benda dalam pendidikan memiliki nilai-nilai praktis edukatif yang meliputi :
1.        membuat konsep abstrak menjadi konkret
2.        membawa objek yang sukar didapat dalam lingkunagan belajar siswa







Mandiri Sebagai karakter dan kepribadian, mandiri sebagai karakter bangsa yang harus ditanamkan kepada peserta didik seperti yang sudah di bahas pada posting pentingnya pendidikan karakter  bangsa. Pengertian mandiri sebagai sebuah karakter menurut panduan penerapan karakter bangsa adalah : Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.Yaitu sebuah  karakter yang harus ditanamkan sejak dini sejak mereka sekolah dan lebih jauh lagi sejak mereka lahir karakter ini harus dinamkan oleh kedua orang tua mereka di samping karakter-karakter lain.

Menanamkan karakter pada peserta didik bukan dengan pemberian teori atau konsep karena karakter bukan merupakan ilmu pengetahuan tapi harus dengan contoh nyata misalnya dari  tua, guru, pejabat dan tokoh panutan lain. Kalau di dunia pendidikan khususnya disekolah tentu harus diberi contoh oleh guru seperti yang sudah dibahas dalam posting menanamkan karakter dengan contoh.  
Sebagai bagian dari karakter maka mandiri dalam pembelajaran misalnya untuk memahami sebuah konsep ilmu dalam pembelajaran perlu usaha-usaha dari individu siswa untuk melakukan eksplorasi dan elaborasi  di bawah bimbingan guru. Kemandirian pada peserta didik bisa juga dilatih ketika diberikan tugas-tugas oleh guru baik yang dikerjakan di sekolah maupun di rumah apakah itu sebuah tugas individu maupun tugas kelompok.
Misalnya dalam mengeksplorasi ilmu pengetahuan dan keterampilan  yaitu sebagai pembelajaran yang berpusat pada siswa peserta didik difasilitasi guru untuk  memperoleh pengetahuan yang luas dengan melibatkan siswa maka hal tersebut  untuk menanamkan sifat mandiri, berfikir logis kreatif dan kerja sama. Karena manusia sebagai makhluk sosial selain dituntut kemandirian juga harus bisa bekerja sama  dalam masyarakat. Contoh kedua untuk mandiri adalah ketika guru membimbing peserta didik melakukan praktek di laboratorium, bengkel kerja atau  lapangan  maka peserta didik dituntut untuk tidak tergantung kepada teman juga ke pada guru. 
  

Mandiri Sebagai Kepribadian 


Kemandirian  selain sebagai bagian karakter adalah merupakan sifat bawaan manusia  sejak lahir akan berupaya untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan bisa melakukan sesuatu pekerjaan tanpa bantuan orang tua dan sifat sifat yang lain misalnya tenang(calm) ternyata bisa digabung dengan kemandirian (independet).  Sebagian para ahli ada yang menghubungkan antara warna dan karakter seseorang misalnya untuk ketenangan dan kemandirian ( calm and independen ) dengan warna putih semburat biru. Lebih jauh lagi kesukaan akan warna menunjukan sifat dari ketenangan dan kemandirian tersebut sebagai contoh penulis sendiri.
Mengapa memberi contoh diri sendiri? Jawabnya ya biar gampang karena kalau memberi contoh oarang lain takut salah dan yang bersangkutan bisa protes tapi kalau contoh diri sendiri ya paling orang bilang narsis neh pak guru.
Penulis adalah seorang guru yang sekarang bertugas di sebuah SMK Negeri di Kab Garut  saya mengajar  mata pelajaran Fisika sebagai pelajaran normatif adaftif . Sebelum nya bertugas sebagai guru Fisika SMAN 4 Bogor. Selain sebagai guru penulis mengaku sebagai blogger yang mengelola blog gurubelajar.com dan fisikasmasmk.blogspot.com untuk blog bahasa indonesia dan yang berbahasa Inggris ada satu domain hosting berbayar serta 3 blogspot gratis


Tujuan ngeblog adalah  menyalurkan hoby menulis, yang di tulis  tentang  apa saja. Mulai dari pengalaman pribadi, blogging, pengalaman pekerjaan, kadang ikut menulis politik, ya sekedar  ikut-ikutan beropini. Awal mulanya bloging karena merasa tertarik dengan  anak didik saya yang pada punya blog akhirnya keterusan  jadi hoby.  Karena ternyata negeblog banyak manfaatnya  misalnya mengalihkan hoby saya yang asalnya mancing jadi blogging sebetulnya mancing bukan hoby yang negatif mancing juga banyak manfaat misalnya dalam mancing perlu kesabaran dan ketenangan juga kemandirian. Tapi setelah saya bloging mancing jadi tidak sempat.


sebelum hoby ngeblog saya hoby mancing
Dan yang terakhir ngebog ternyata bisa menghasilkan uang walau uang yang didapat bagi saya belum seberapa, alias  masih recehan ya namanya juga blogger pemula tapi lumayan juga buat ganti pulsa.
Anak didik saya bilang bahwa  saya guru gaul alasannya mungkin pada waktu awal mula ada sosial media seperti frendstar dan facbook mungkin saya sebagai guru yang pertama kali buat akun belakangan ini saya malah lebih aktif di twitter  dengan nama akun @gurubelajar  sama dengan blog pribadi yaitu gurubelajar.com. 
 
Saya sangat dekat dan akrab dengan anak didik saya  padahal menurut sebagian orang waktu PBM di kelas  saya  jaim  dan jarang senyum kata mereka tapi di luar kelas saya akrab sama anak-anak. Anak-anak didik saja sering curhat sama saya macam-macam curhatnya mulai dari masalah pelajaran sampai masalah pribadi baik siswa putra maupun putri. Sehingga ketika aku masih mengajar di SMAN 4 Bogor hampir tiap tahun di akhir tahu ajaran  sering jadi guru terpavorit.
  
Yang menjadi kebahagiaan seorang guru adalah pada saat menyaksikan anak didiknya sudah berhasil menjadi orang yang jadi harapan keluarga, berguna buat bangsa dan negara sebagai contoh misalnya pada tahun 2005
zaman dulu ketika mereka SMA


 dan tujuh tujuh tahun kemudian 2012


Dany, Hendra, yeri, pak asep, Dimas


Ketika saya tanya mengapa memilih saya sebagai guru  pavorit alasannya sederhana katanya “saya guru yang calm dan tidak pernah atau jarang marah saat di kelas”.  Sebetulnya sih pernah juga marah sebab "guru juga manusia" mungkin karena saya marah dengan pembawaan orang calm kelihatan tidak marah menurut orang lain . Ketika mereka lulus  dan  kuliah, bekerja setelah lama kemudian mereka sering menyempatkan diri berkunjung ke rumah misalnya murid  alumni tahun 2005 Dani. Yeri. Dimas ,Hendra sengaja datang ke rumah di Garut Jawa Barat. Walau sekarang rumah saya di desa yang berada di kaki bukit



Walau saya dikatakan gaul tapi saya tetap  kalau berbicara selalu menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar lho.. tidak pernah ikut menggunakan bahasa alay baik dalam bahasa lisan maupun bahasa tulisan alasannya sederhana  bahasa gaul hanya dimengerti sebagian orang tapi bahasa resmi yang baik dan benar dikuasai oleh banyak orang.  Seperti sehari hari saya menulis di blog pribadi  ini atau blog untuk belajar anak-nak  fisikasmasmk. Yang  semuanya berwarna biru warna biru ini rupanya bukan kebetulan tapi memang sepertinya saya suka warna biru. Dan secara  sadar atau tidak sadar saya selalu  membeli barang atau keperluan warna biru sampai membeli tas buat anak saya juga warna biru. Istri saya juga membelikan kain batik buat saja berwarna biru.

Jadi guru zaman dulu di tengah anak didik

guru masa kini diantara anak didik gurunya yang berkumis
Guru harus punya notbook
Seperti yang sudah dibahas pada posting sebelumnya yaitu  Guru Belajar Teknologi Internet  Komputer  maka untuk keperluan itu guru juga harus memiliki netbook  karena banyak guna dan manfaatnya sebagai penunjang  profesi serta  turut meningkatkan kinerja guru  sekarang  saatnya ujian kompetensi dan penilaian kinerja guru.
Saat ini saya online dan blogging sehari hari menggunakan  netbook jadul yang sudah lama saya beli dari uang tunjangan Profesi pertama kali saya dapat. Namanya juga netbook jadul banyak kelemahan. Rata-rata keluaran lama memiliki hardisk kapasitas  kecil  sehingga sudah hampir penuh dengan data misalnya administrasi pembelajaran, kumpulan soal, ebook, totorial blog , e-book pembelajaran, Flash  pembelajaran.  Sehingga untuk menyimpan data saya menggunakan hardisk eksternal. Tapi kendalanya menjadi agak repot karena barang bawaan saya sehari-hari menjadi bertambah banyak.  Kadang hardisk eksternal suka lupa tertinggal sehingga ketika saya mau melakukan PBM dengan menggunakan power point kadang file tertinggal sehingga saya mengajar dengan cara manual di papan tulis.  Terakhir kemarin sebelum libur  dapat tugas  menjadi pemateri pada acara MOPD  ternyata netbook saya  kemarin bertambah lagi keluhannya yaitu baterainya sudah ngedrop  akhirnya saya memakai netbook punya anak-nak OSIS.  Seorang anak didik dari program Multi Media ada yang bilang “pak  netbooknya  harus di Lembiru”   sambil nyengir dia bilang “lempar beli yang baru”  harusnya  memang beli  baterai baru tapi kayaknya seperti kata anak OSIS tadi lebih baik beli netbook baru.
Memang sih seharusnya saya punya netbook baru karena selain untuk kebutuhan profesi sehari-hari diperlukan juga buat online dan bloging selain itu sekarang  menghadapi ujian kompetensi guru yang akan dilaksanakan online.
Secara tidak sengaja ketika saya melakukan  kegiatan rutin  yaitu blogwalking saya  menemukan bahwa  netbook Sony VAIO E seri 14P,  adalah netbook terkini  produk sony  dengan  ukuran 14 inch  yang cocok untuk semua orang yang menggunakan komputer setiap hari seperti saya. Dilengkapi dengan  generasi ketiga Intel Core i7 CPU dengan AMD Radeon HD 7670M GPU diskrit (VRAM 1GB), notebook ini akan memuaskan kebutuhan sehari-hari tanpa stress. Dengan desain yang unik dan bervariasi, semua orang bisa mengekspresikan gayanya dengan VAIO E terbaru seri 14P. Sony VAIOE seri 14P memiliki berbagai varian warna sesuai dengan selera menurut orang warna itu selain menunjukkan serela juga kepribadian.
 Saya langsung jatuh cinta melihatnya terutama yang berwarna putih semburat biru karena warna itu ya saya suka. Warna putih semburat biru adalah warna biru muda atau biru langit atau mendekati warna cyan  yaitu campuran adisi dari warna biru dan hijau. Warna putih semburat biru  adalah putih degradasi biru menunjukkan kepribadian  calm dan independent.
 
Bisa jadi sih menurut, anak  dan istri saya calm termasuk menurut anak didik saya  juga di kelas saya termasuk calm mengenai independent nya tentang apa? saya merasa sebagai pribadi yang mandiri dengan kebebasan yang bertanggung jawab yaitu bebas mengekspresikan diri sebagai individu, tidak tergantung kepada orang lain baik dalam melaksanakan tugas pekerjaan,  sebagai kepala keluarga, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia serta berkarya semampu saya dengan tidak luput menjunjung tinggi hukum, aturan, norma yang berlaku
 
Warna putih semburat biru sangat cocok untuk kamu yang tenang dan mandiri.
Because it's me
Bagai mana dengan anda?